Komodo adalah pemburu ganas dan termasuk ke dalam kelompok kadal monitor. Hewan ini dapat tumbuh hingga berukuran panjang 10 kaki (3 meter) dan mencapai berat hingga 20 pon (90 kilogram). Mereka dapat mencapai umur hidup 30 tahun di alam liar, dan dapat memanjat pohon dan berenang.
Kadal raksasa ini menggunakan lidahnya yang panjang berbentuk forok— yang dapat berfungsi sebagai alat perasa dan penciuman, untuk mendeteksi bahan kimiawi di sekitarnya. Ketika berburu, komodo tergolong sabar dan pintar berkamuflase saat menunggu mangsanya lewat. Ketika korban roboh, komodo akan menggunakan kaki-kakinya yang kuat beserta 60 giginya yang tajam menyerupai gigi ikan hiu untuk mengeluarkan isi perut mangsanya.
Hewan yang sempat lolos dari cengkraman rahang Komodo hanya menikmati keberuntungannya sesaat saja. Saliva atau air liur komodo mengandung lebih dari 50 jenis bakteri, dan dalam waktu 24 jam, hewan yang tergigit tersebut akan mati akibat keracunan darah. Komodo secara tenang mengikuti korban tergigit yang sedang sekarat keracunan darah tersebut. Komodo menggunakan ketajaman indera pembaunya untuk melacak keberadaan bangkai. Dalam sekali makan, seekor komodo dapat memakan korbannya yang berukuran berat 80% dari berat tubuhnya.
Komodo umumnya hidup soliter di luar musim kawinnya dan menjaga teritorialnya serta berpatroli hingga sejauh 1,2 mil (2 kilometer) setiap hari. Komodo menjaga lubang-lubang galian yang berada dalam area teritorialnya dan kadang-kadang komodo jantan berenang dari pulau ke pulau melintasi jarak yang cukup jauh. Komodo mengatur suhu tubuhnya dengan memanfaatkan lubang galiannya.
Habitat Komodo
Status Konservasi: Sangat rawan
Di Indonesia, Taman Nasional Komodo, didirikan pada tahun 1980, telah membantu melindungi reptil raksasa tersebut. Diperkirakan ada sejumlah 4000 hingga 5000 ekor komodo di alam, namun para pegiat konservasi memperkirakan hanya ada sekitar 350 induk betina di alam.
Aktivitas gunung berapi, gempa bumi, kehilangan habitat, kebakaran, kehialangan mangsa, perburuan liar telah menjadikan komodo dalam posisi atau status yang terancam.
Fakta unik lain tentang Komodo:
Anehnya, gigitan Komodo tidaklah mematikan bagi komodo lain. Komodo yang terluka akibat perkelahian sesama komodo tidak mengalami bahaya akibat pengaruh venom. Para ahli sedang meneliti kemungkinan antibodi dalam darah komodo yang bertanggungjawab atas perlindungan alamiah tersebut.
Komodo makan lebih efisien dibandingkan karnivora lainnya, dengan hanya menyisakan 12 percent bagian tubuh mangsanya— bandingkan dengan singa yang meninggalkan 30 hingga 35 persen bagian tubuh mangsanya. Komodo memakan habis tulang, kuku, dan kulit mangsanya.
